Key Takeaways
- Pastgrid adalah metode kesadaran diri yang dikembangkan oleh Mimi Syafei (Ci Mimi), awalnya disusun sebagai warisan pribadi untuk cucunya, Eren, sebelum berkembang menjadi kelas untuk publik.
- Metode ini lahir dari pengalaman pribadi Ci Mimi menghadapi trauma dan kondisi fisik yang menurun, yang membawanya mempelajari pendekatan somatik, fisiologi tubuh, dan neuroscience.
- Pastgrid dibangun di atas 4 pilar kesadaran: Presence, Alignment, Stillness, dan Transmission.
- Reset diri tidak harus lewat meditasi panjang — bisa dimulai dari hal sederhana seperti pola napas, pola tidur, dan cara merespons pikiran sehari-hari.
- Konsep kunci yang dibahas: mental blocking, state netral, dan hubungan antara kondisi tubuh dengan energi serta vibrasi yang dipancarkan ke lingkungan sekitar.
Siapa Itu Ci Mimi dan Apa Itu Pastgrid?
Mimi Syafei, yang akrab disapa Ci Mimi, adalah founder dari Pastgrid, sebuah metode kesadaran diri yang lahir dari perjalanan personalnya sendiri. Perjalanan itu tidak dimulai dari teori, melainkan dari benturan hidup: trauma dan kondisi fisik yang terus menurun meski sudah menjalani berbagai pengobatan dan terapi.
Dari titik itu, Ci Mimi mulai mencari pendekatan lain dan menemukan metode-metode berbasis somatik, fisiologi tubuh, dan neuroscience. Pelan-pelan, ia memahami satu hal penting: banyak persoalan yang tampak berasal dari luar diri ternyata berakar dari kondisi di dalam diri sendiri.
Ia lalu mendalami dekompresi, mindfulness, intuisi, energi, frekuensi, dan vibrasi — dan meramunya menjadi sebuah metode yang mulanya hanya ditujukan sebagai warisan pribadi untuk cucunya, Eren. Metode itu diuji ke orang-orang terdekat dan murid-muridnya, sebelum akhirnya berkembang menjadi kelas yang dikenal sebagai Pastgrid.
4 Pilar Kesadaran dalam Metode Pastgrid
Ci Mimi menjelaskan bahwa Pastgrid berdiri di atas empat pilar utama:
- Presence. Kemampuan untuk benar-benar hadir di momen saat ini, bukan pikiran yang melayang ke masa lalu atau masa depan.
- Alignment. Kondisi selaras antara tubuh, pikiran, dan jiwa — ketiganya bergerak searah, bukan saling tarik-menarik.
- Stillness. Kemampuan untuk berada dalam keadaan hening namun tetap sadar sepenuhnya, bukan kosong atau melamun.
- Transmission. Bagaimana kondisi internal seseorang memancarkan vibrasi dan frekuensi ke lingkungan sekitarnya — termasuk ke orang lain di sekitarnya.
Apa Itu Mental Blocking? Kenapa Kita Sering Tidak Sadar?
Salah satu bahasan paling menarik di episode ini adalah soal mental blocking. Menurut Ci Mimi, manusia sering hidup di dalam mental blocking tanpa sadar bahwa dirinya bukanlah mental blocking itu sendiri — dua hal ini sering tertukar dan dianggap sebagai satu kesatuan.
Karena itu, langkah pertama yang perlu dilatih adalah menciptakan jarak antara diri dan pikiran. Dari jarak itu, seseorang baru bisa mulai membedakan mana pikiran yang berguna untuk kondisinya saat ini, dan mana yang sekadar bising di kepala.
Napas Bukan Sekadar Biologis: Sinyal dari Tubuh yang Sering Diabaikan
Ci Mimi menegaskan bahwa napas bukan cuma proses biologis untuk bertahan hidup. Cara seseorang bernapas bisa menjadi cerminan dari kondisi emosional dan fisiologis yang sedang dialami — napas pendek dan cepat, misalnya, sering menandakan state yang berbeda dari napas yang panjang dan dalam.
Ini terhubung dengan pesan inti lain di episode ini: sebelum bicara jauh soal energi atau manifestasi, penting untuk lebih dulu memperhatikan “perangkat” di dalam diri — mulai dari kondisi tubuh, metabolisme, sistem saraf, pola tidur, hingga cara bernapas sehari-hari.
State Netral, Energi, dan Kenapa Kita Bisa “Klik” atau “Ilfeel” ke Seseorang
Episode ini juga membahas state netral dan bagaimana energi memengaruhi interaksi dengan orang lain. Ci Mimi menjelaskan kenapa kita kadang merasa nyaman atau justru tidak nyaman terhadap seseorang bahkan sebelum benar-benar mengenalnya — fenomena ini berkaitan dengan bagaimana kondisi internal seseorang memengaruhi apa yang ia pancarkan, dan bagaimana pancaran itu direspons oleh lingkungan sekitarnya.
Cara Realistis Mereset Diri Tanpa Meditasi Berjam-jam
Inti dari obrolan ini adalah ajakan untuk kembali memperhatikan hal-hal sederhana yang sering diabaikan dalam keseharian:
- Bagaimana kita tidur
- Bagaimana kita bernapas
- Apa yang kita konsumsi lewat media sosial
- Bagaimana kita merespons pikiran sendiri
- Sejauh mana kita benar-benar terhubung dengan tubuh sendiri
Pesan utamanya: perubahan tidak harus dimulai dari luar diri. Reset diri bisa dimulai dari langkah kecil dan konsisten — belajar “pulang ke dalam diri” — tanpa harus menunggu waktu luang untuk meditasi berjam-jam.
FAQ Seputar Pastgrid dan Metode Reset Diri Ci Mimi
Apa itu Pastgrid? Pastgrid adalah metode kesadaran diri yang dikembangkan oleh Mimi Syafei (Ci Mimi), berbasis pendekatan somatik, fisiologi tubuh, dan neuroscience, yang dibangun di atas empat pilar: Presence, Alignment, Stillness, dan Transmission.
Siapa Ci Mimi? Ci Mimi adalah nama akrab dari Mimi Syafei, founder Pastgrid, yang mengembangkan metode ini dari pengalaman pribadinya menghadapi trauma dan penurunan kondisi fisik.
Apa itu mental blocking menurut Ci Mimi? Mental blocking adalah kondisi ketika seseorang hidup terjebak dalam pola pikirnya tanpa sadar bahwa dirinya bukanlah pikiran itu sendiri. Solusinya adalah melatih jarak antara diri dan pikiran.
Apakah reset diri harus lewat meditasi lama? Tidak. Menurut Ci Mimi, reset diri bisa dimulai dari hal-hal sederhana seperti memperhatikan pola tidur, cara bernapas, dan konsumsi media sosial harian — bukan hanya lewat sesi meditasi panjang.
Apa hubungan napas dengan kondisi emosional? Napas mencerminkan state emosional dan fisiologis seseorang. Cara seseorang bernapas bisa menjadi indikator kondisi internal yang sedang dialaminya.
Tonton episode lengkapnya di K-PODS, hanya di KaisarTV.
